Rabu, 26 Juni 2019

SERBA SERBI PEMILU


PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN
SERBA SERBI PEMILU 2019
Hasil gambar untuk gunadarma


NAMA:
NABIILAH DHIYA ULHAQ (24317331)
KELAS:
 2TB02





FAKULTAS TEKNIK SIPIL DAN PERENCANAAN
JURUSAN TEKNIK ARSITEKTUR
UNIVERSITAS GUNADARMA
2017


SERBA SERBI PEMILU 2019
Pertama kali Pilpres dan Pileg serentak
Ini untuk pertama kalinya pemilihan presiden dan pemilihan para anggota legislatif dilakukan serentak.
Pada pesta demokrasi sebelumnya, tahun 2014 dilakukan dua pemilu: pemilihan legislatif berlangsung pada 9 April untuk memilih 560 anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) pusat dan 132 anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD), dan para anggota DPRD Provinsi dan DPRD kota/kabupaten.
Lalu para anggota DPR hasil pemilu itu mengajukan calon presiden dan wakil presiden yang bertarung dalam pemilihan presiden tiga bulan kemudian, pada 9 Juli 2014. Saat itu, Pasangan Joko Widodo-Jusuf Kalla yang diajukan PDIP-Nasdem-PKB-PKPI-Hanura yang menguasai 36.46% kursi DPR (208 dari 560), mengalahkan pasangan Prabowo-Hatta Rajasa yang diajukan Gerindra-PAN-PKS-Golkar-PPP-PBB-PD yang menguasai 63.54% kursi DPR (352 dari 560).
Biaya penyelenggaraan
Biaya penyelenggaraan Pemilu 2019 ini dianggarkan sebesar 24,8 triliun rupiah. Ini meningkat sekitar 700 miliar dibandingkan Pemilu 2014, yang diselenggarakan dengan biaya 24,1 triliun. Namun Pemilu tahun 2014, hanya Pemilu legislatif. Kali ini dilangsungkan serentak dengan pemilihan Presiden dan wakil presiden.
Yang boleh dan tidak boleh
KPU menetapkan sejumlah aturan main bagi para peserta Pemilu untuk kampanye yang berlangsung mulai 23 September 2018 ini hingga pada 13 April 2019. Apa yang boleh dan tidak boleh itu, kami sarikan melalui infografis ini:
Aturan kampanye

16 partai: 4 baru, 12 lama, 2 ketua perempuan
Di antara 16 partai yang bertarung, terdapat empat partai baru. Yakni Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Partai Berkarya, partai Garuda, dan Perindo.
PSI dipimpin mantan wartawan televisi, Grace Natalia. Sementara Partai Berkarya dipimpin Hoetomo Mandala Putera alias Tommy Soeharto, putra mantan presiden Soeharto yang digulingkan dalam Reformasi 1998. Tommy Soeharto juga adalah mantan terpidana kasus pembunuhan seorang hakim agung. Perindo dipimpin pemilik jaringan televisi kelompok MNC, Hary Tanoesoedibjo. Sementara partai Garuda dipimpin Ahmad Ridha Sabana.
Dari 16 partai, hanya dua yang dipimpin perempuan. Yakni partai baru PSI yang dipimpin Grace Nathalie. sejak didirikan pada 2014, dan partai mapan PDI-P, yang dipimpin Megawati Soekarno Puteri sejak 1999.
Namun Megawati sudah lebih awal memimpin, sejak partai itu masih bernama PDI. Ia terpilih sebagai ketua Umum dalam Kongres Luar Biasa PDI di Surabaya 1993. Ini membuat Soeharto merasa terancam, lalu menggulingkannya tiga tahun kemudian melalui rekayasa kongres luarbiasa, yang menaikkan lagi Ketua Umum sebelumnya, Soerjadi.
Sesudah Soeharto jatuh, Megawati mendirikan PDIP sebagai kelanjutan PDI. Sementara PDI sendiri tetap berdiri dan ikut Pemilu bersaing dengan PDI-P. Namun akhirnya PDI versi rekayasa Soeharto itu lenyap.
1 Presiden, 575 anggota DPR, 19.817 anggota DPRD, 185,7 juta pemilih
Yang akan dipilih kali ini, sepasang presiden dan wakil presiden 575 anggota DPR RI, 136 anggota DPD, 2.207 anggota DPR Provinsi dan 17.610 anggota DPRD Kota/Kabupaten.
Terdapat 16 partai yang mempertarungkan para calonnya, plus empat partai daerah yang khusus bertarung di Aceh.
Sedangkan para pemilih, sejauh ini jumlah pemilih dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) KPU, tercatat sebanyak 185.732.093 orang yang terdiri dari 92.802.671 pemilih laki-laki dan 92.929.422 pemilih perempuan, yang akan memilih di 805.075 TPS.
Pemilu 2019 dalam angka
Lima kertas suara dalam lima warna
Yang dipilih di Pemilu 2019 adalah presiden dan wakil presiden, anggota DPR-RI, anggota DPRD Provinsi, anggota DPRD Kabupaten/Kota, anggota DPD. Kecuali DKI Jakarta, yang hanya empat kertas suara —tanpa DPRD kota/kabupaten.
Kelima kertas suara itu juga warnanya berbeda-beda. Yakni:
§  Abu-abu: Kertas suara untuk memilih Presiden dan Wakil Presiden.
§  Kuning: Kertas suara untuk memilih anggota DPR RI.
§  Merah: Kertas suara untuk memilih anggota DPD RI.
§  Biru: Kertas suara untuk memilih anggota DPRD Provinsi.
§  Hijau: Kertas suara untuk memilih DPRD Kota / Kabupaten.
38 eks koruptor
Di antara ribuan calon, terdapat 38 mantan terpidana kasus korupsi. Yang paling dikenal adalah M Taufik, Ketua DPD partai gerindra Jakarta, yang juga sedang dalam proses untuk menjadi wakil gubernur Jakarta menggantikan Sandiaga Uno yang mundur untuk maju sebagai calon wakil presiden bagi Prabowo.
kandidat korup
Sebelumnya KPU sudah menetapkan aturan bahwa mantan terpidana kasus korupsi, kejahatan seks, dan narkoba dilarang mencalonkan diri.
Namun ketetapan ini banyak ditentang kalangan partai, yang kemudian mengadu ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu). Bawaslu mengabulkan gugatan partai-partai itu, namun KPU bersikukuh pada ketetapan semula.
Akhirnya sejumlah politikus yang pernah terlibat korupsi mengugat ke Mahkamah Agung, dan MA mengabulkan gugatan mereka.

DAFTAR PUSTAKA:

RUMAH ADAT SUMATRA UTARA


PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN
RUMAH ADAT SUMATRA UTARA (RUMAH BOLON)

Hasil gambar untuk gunadarma 

NAMA:
NABIILAH DHIYA ULHAQ (24317331)
KELAS:
 2TB02





FAKULTAS TEKNIK SIPIL DAN PERENCANAAN
JURUSAN TEKNIK ARSITEKTUR
UNIVERSITAS GUNADARMA
2017



RUMAH BOLON
Sumatera Utara adalah provinsi dengan populasi penduduk terbanyak ke-4 di Indonesia. Provinsi yang beribukota di Kota Medan ini dihuni oleh suku Batak selaku suku mayoritas sekaligus suku aslinya. Suku Batak sendiri merupakan salah satu suku bangsa terbesar di Indonesia setelah suku Jawa. Suku Batak terbagi ke dalam beberapa sub suku, di antaranya Batak Toba, Batak Angkola, Batak Simalungun, Batak Pakpak, dan Batak Mandailing. Masing-masing sub-suku Batak tersebut diketahui memiliki beberapa karakteristik budaya yang saling membedakan satu sama lainnya. Salah satu karakteristik tersebut misalnya dapat kita lihat dari desain rumah adatnya.

Rumah Adat Sumatera Utara

Rumah Adat Sumatera Utara (Rumah Bolon)
1. Struktur Bangunan Rumah
Rumah adat Bolon merupakan sebutan bagi rumah adat suku Batak di Sumatera Utara.  Adanya beberapa sub suku Batak menyebabkan arsitektur rumah adat satu ini juga terbagi ke dalam beberapa versi. Ada rumah bolon Toba, rumah Bolon Karo, rumah bolon Simalungun, Rumah bolon Pakpak, rumah bolon Mandailing, dan rumah Bolon Angkola. Rumah Bolon merupakan rumah panggung yang hampir seluruh bagiannya dibuat menggunakan bahan bangunan yang diperoleh dari alam. Tiang penopang rumah yang tingginya sekitar 1,75 meter dari permukaan tanah dibuat dari gelondongan kayu berdiameter > 40 cm, dindingnya terbuat dari anyaman bambu, lantainya terbuat dari papan, sementara atapnya dibuat dari bahan daun rumbia atau ijuk. Untuk menguatkan ikatan antar bahan hingga dapat bersatu rumah bolon tidak menggunakan satu paku pun. Ia dibuat dengan sistem kunci antar kayu yang kemudian diikat menggunakan tali.

2. Fungsi Rumah Adat

Pada masa silam, rumah Bolon merupakan rumah kediaman bagi 13 raja-raja batak. Namun, seiring perkembangannya, ia pun kemudian digunakan sebagai rumah bagi penduduk suku Batak secara umum. Untuk menunjang fungsi tersebut, rumah adat Sumatera Utara ini terbagi atas beberapa ruang berdasarkan peruntukannya, yaitu: 
·         Ruangan Jabu Bong adalah ruangan khusus untuk kepala keluarga yang letaknya berada di belakang di sudut sebelah kanan.
·         Ruangan Jabu Soding adalah ruangan khusus untuk anak perempuan yang letaknya berada di belakang sebelah kiri berhadapan dengan Jabu Bong.
·         Ruangan Jabu Suhat adalah ruangan khusus untuk anak lelaki tertua yang telah menikah yang letaknya berada di sudut kiri depan.
·         Ruangan Tampar Piring adalah ruangan untuk menyambut tamu yang letaknya berada di sebelah Jabu Suhat.
·         Ruangan Jabu Tonga Tonga ni Jabu Rona adalah ruangan keluarga yang ukurannya paling besar dan letaknya berada di tengah rumah.
·         Kolong rumah digunakan sebagai tempat penyimpanan bahan pangan sekaligus kandang ternak.
Pembagian ruangan seperti aturan di atas tidak berarti setiap ruangan harus dipisahkan oleh dinding pemisah. Secara umum, bagian dalam rumah adalah ruang yang luas tanpa sekat. Namun ruangan-ruangan tersebut dipisahkan oleh aturan adat yang membatasi dan mengikat setiap anggota keluarga maupun para tamu yang datang.

Rumah Adat Sumatera Utara (Rumah Bolon)
3. Ciri Khas dan Nilai Filosofis

Rumah Bolon dapat menjadi rumah adat Sumatera Utara karena dianggap memiliki beberapa keunikan tersendiri dalam desain arsitekturnya. Keunikan inilah yang kemudian menjadi ciri khas sekaligus pembeda rumah adat ini dengan rumah adat provinsi lainnya di Indonesia.

Ciri khas dari rumah Bolon adat Batak tersebut antara lain:
·         Memiliki atap yang bentuknya seperti pelana kuda dengan sudut yang sangat sempit sehingga cukup tinggi
·         Dindingnya pendek tapi cukup untuk berdiri karena rumah tidak dilengkapi dengan plafon
·         Dinding bagian atas dilengkapi dengan anyaman-anyaman yang mempercantik penampilan rumah
Di atas pintu depan terdapat gorga atau lukisan hewan, seperti cicak dan kerbau yang didominasi dengan warna merah, hitam, dan putih. Gambar cicak merupakan simbol bahwa masyarakat Batak adalah masyarakat yang memiliki rasa persaudaraan yang begitu kuat antar sesamanya, sedangkan gambar kerbau adalah simbol ucapan terimakasih.

DAFTAR PUSTAKA:




KEBUDAYAAN SUMATRA UTARA


PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN
KEBUDAYAAN SUMATRA UTARA

Hasil gambar untuk gunadarma


NAMA:
NABIILAH DHIYA ULHAQ (24317331)
KELAS:
 2TB02





FAKULTAS TEKNIK SIPIL DAN PERENCANAAN
JURUSAN TEKNIK ARSITEKTUR
UNIVERSITAS GUNADARMA
2017


KEBUDAYAAN SUMATRA UTARA
Provinsi Sumatera Utara adalah salah satu daerah yang menampilkan pesona dari wajah Indonesia baik dari segi alam ataupun masyarakatnya. Tak hanya itu Sumatera Utara juga merupakan salah satu pilihan yang sangat cocok bagi wisatawan yang ingin mencari lokasi wisata yang indah. Wisata yang menjadi unggulan di tempat tersebut adalah keindahan Danau Toba yang sudah terkenal hingga pelosok dunia dan merupakan danau terbesar di Asia Tenggara dengan pulau kecil ditengah yakni Pualau Samosir. Selain itu Sumatera Utara juga memiliki hutan di Bukit Lawang yang terkenal akan flora dan fauna terutama bagi habitat alami orangutan.
Pesona lainnya adalah keindahan budaya lokal yang menarik untuk dikunjungi wisatawan yang ingin menambah berwisata sembari menambah wawasan. Kebudayaan di Sumatera Utara masih cukup terjaga keasliannya dimana masyarakatnya masih memelihara dengan baik dengan kesan yang unik serta masih original. Seperti halnya Suku Batak yang bisa dijumpai disejumlah desa dengan wajah asli mereka yang masih memegang teguh warisan nenek moyang. Di Sumatera Utara juga masih bisa dijumpai sejumlah satwa liar yang saat ini terbilang mulai langka keberadaannya, seperti orangutan, siamang tangan putih, serta hampir 17 jenis burung.

Macam-macam Budaya Sumatera Utara:
1. Rumah Adat
Rumah Adat Bolon
(Rumah Adat Bolon)

Rumah adat provinsi Sumatera Utara menjadi ciri khas, terdiri dari berbagai budaya bangsa yang semakin mewarnai keindahan Nusantara, termasuk kebudayaan di Sumatera Utara.
Sumatra Utara memiliki rumah adat yang khas yang dikenal dengan nama Parsakistan dan rumah adat Jabu Bolon. Untuk rumah adat Parsakistan sendiri merupakan rumah adat Sumatera Utara yang dijadikan sebagai tempat penyimpanan barang-barang pusaka.
Rumah adat ini terletak di daerah Batak Toba. Selain sebagai penyimpanan barang-barang pusaka, rumah Jabu Parsakistan juga merupakan tempat untuk pertemuan dalam membahas hal-hal yang berkaitan dengan penyelenggaraan adat. Sedangkan rumah adat Jabu Bolon merupakan rumah yan dijadikan lokasi pertemuan suatu keluarga besar dimana bentuk dari rumah adat ini berbentuk seperti panggung dengan ruang bagian atas sebagai tempat tinggal bersama dan tempat tidur yang didesain lebih tinggi dari posisi dapur.
Nama Rumah Adat Sumatera Utara:
  • Bolon.
  • Karo.
  • Pakpak.
  • Mandailing.
  • Melayu.
  • Nias.
  • Angkola.
  • Simalungun.
2. Pakaian Adat
Pakaian Adat Mandailing
(Pakaian Adat Mandailing)

Tempat pembuatan kain tenun ini ada di daerah Tapanuli Utara yang merupakan bagian dari kawasan Sumut. Tenunan tradisional Tapanuli ini dikenal dengan nama kain ulos. Kain ulos ini disediakan dengan berbagai variasi yang unik dan khas, seperti Ulos Sibolang, Ulos Godang, Sitoluntoho, Mangiring, Ragi Hidup, Ragi Hotang, dan Sadum.
Pada Upacara Adat bagi kaum pria mengenakan tutup kepala yang dinamakan sabe-sabe dari jenis Ulos Mangiring. Pada bahu juga ditambahi dengan sampiran Ulos Ragi Hotang dan dengan mengenakan kain sarung. Sedangkan bagi kaum wanita, mengenakan Ulos Sadum yang disampirkan pada bagian kedua bahunya dengan cara dililit dengan Ulos Ragi Hotang dan tidak lupa untuk mengenakan sarung suji.
Macam macam pakaian adat Sumatera Utara:
  • Batak Toba.
  • Mandailing.
  • Nias.
  • Simalungun.
  • Pakpak.
  • Melayu.
  • Karo.
3. Tarian Adat
Tari Sigale Gale
(Tari Sigale Gale)

Tari Serampang Dua Belas merupakan salah satu tarian adat Sumatera Utara yang paling terkenal. Tarian ini merupakan tarian melayu yang diiringi dengan irama musik joget. Dengan sentuhan pukulan-pukulan gendang ala Amerika Latin, Tari ini asyik sekali untuk dinikmati sambil berjoget ria.
Berbeda dengan Tarian Tor-tor yang merupakan tarian daerah Batak dengan latar belakang falsafah peradatan yang disajikan dengan suguhan tarian indah yang menarik. Tidak kalah uniknya dengan Tarian Marsia Lapari. Tarian ini merupakan tarian yang menggambarkan kegiatan gadis-gadis di Provinsi Sumut yang senantiasa saling bahu-membahu dalam menggarap sawahnya.
Tari Tradisional Sumatera Utara:
  • Tari Tradisional Khas Melayu- Deli
    – Tari Serampang Dua Belas
    – Tari Persembahan
  • Tari Tradisional Khas Batak
    – Tari Tor – tor
    – Tari Sigale – gale
    – Tari Piso Surit
  • Tari Tradisional Nias
    – Tari Fataele
    – Tari Moyo atau Tari Elang
    – Tari Maena
4. Senjata Tradisional
Senjata Tradisional Sumatera Utara Piso Gaja Tampak
(Senjata Tradisional Piso Gaja Tampak)

Senjata tradisional yang ada di Sumatera Utara dikenal dengan nama Piso Surut. Senjata ini jika dilihat dari bentuk dan rupanya mirip dengan sebuah pisau belati yang biasa Anda temui.
Senjata tradisonal ini tepatnya menjadi senjata khas daerah Tanah Karo Sumatera Utara. Selain Piso Surut, ada juga Piso Gajah dompak yang berupa sebilah keris panjang yang unik dan khas. Piso Gajah Tombak merupakan lambang penting dari pemerintahan Raja Singamaraja. Senjata tradisional ini hanya boleh digunakan oleh Sang Raja.
Sedangkan senjata tradisional Sumatera Utara yang biasa digunakan oleh masyarakat biasa dikenal dengan nama hujur. Hujur ini berbentuk seperti sejenis tombak dan ponding sejenis pedang yang panjang.
Senjata Tradisional Sumatera Utara:
  • Piso Gaja Dompak.
  • Tongkat Tunggal Panaluan.
  • Hujur Siringis.
  • Piso Silima Sarung.
  • Piso Sitolu Sasarung.
  • Piso Karo.
  • Piso Gading.
  • Piso Sanalenggam.
  • Piso Toba.
5. Suku Bangsa
Suku Batak
(Suku Batak)

Ada beragam suku yang bisa Anda temui saat berada di Sumatera Utara seperti Suku Melayu, Suku Batak, Suku Nias dan masih banyak lagi. Dari berbagai suku ini memiliki gaya dan ragam bahasa yang berbeda. Jangan kaget saat Anda mendengar bagaimana mereka berbicara dengan bahasa dan logat yang pasti terdengar asing di telinga.
Suku Asli Sumatra Utara:
  • Suku Angkola.
  • Suku Batak.
  • Suku Batak Pakpak.
  • Suku Mandailing.
  • Suku Mandahiling.
  • Suku Nias.
  • Suku Pesisir.
  • Siladang.
  • Suku Simalungun.
6. Lagu Daerah
Sumatera Utara memiliki beberapa lagu daerah yang unik dan indah dengan nada khas dan bahasa yang khas juga.
Sebut saja lagu Butet yang kini banyak dinyanyikan oleh anak-anak di seluruh Nusantara. Umumnya pengenalan lagu dari masing-masing daerah yang ada di Nusantara dikenalkan sejak masih ada di bangku sekolah dasar. Hal ini akan rasa cinta terhadap tanah air menjadi semakin kokoh dan dalam.
Selain lagu Butet tadi, Sumatera Utara juga masih mempunyai lagu-lagu daerah yang lainnya seperti Pantun Lama dan Sengko-Sengko. Ketiga lagu ini mempunyai nada segi bahasa yang menarik untuk Anda pelajari agar semakin dekat dengan kebudayaan Nusantara khususnya yang ada di Sumatera dengan mengenal kebudayaan Sumatera Utara ini.
Lagu Daerah Sumatera Utara:
  • Anju Ahu.
  • Butet.
  • Cikala Le Pongpong.
  • Dago Inang Sarge.
  • Ketabo.
  • Leleng Ma Hupaima.
  • Lisoi.
  • Madekdek Magambiri.
  • Mariam Tomong.
  • Nasonang Dohita Nadua.
7. Bahasa Daerah
Sumatera Utara Memiliki bahasa beberapa bahasa yang biasa digunakan dalam berkomunikasi di sana. Seperti Bahasa Batak, Bahasa Karo, Bahasa Nias, Bahasa Mondaling dan lain-lain.

DAFTAR PUSTAKA:

CINTA INDONESIA


NABIILAH DHIYA ULHAQ
24317331
2TB02
PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN

Kebudayaan Indonesia yang beragam dan unik merupakan faktor utama saya cinta Indonesia. Banyak sekali kebudayaan di Indonesia seperti rumah adat, tarian tradisional, pakaian adat, senjata tradisional, bahasa daerah dan masih banyak lagi.
Faktor lain yang membuat saya cinta Indonesia karena masyarakat yang ramah dan murah senyum, beraneka ragam suku dan agama yang membuat Indonesia lebih kaya lagi.
Adapun berbagai macam flora dan fauna yang beberapa jenis nya hanya ditemukan di Indonesia saja contohnya seperti komodo, elang flores, cendrawasih botak, anggrek tebu, bunga edelweiss jawa dan yang lainnya.
Keindahan alam di Indonesia membuat saya betah dan bangga tinggal di Indonesia yang mempunya keindahan alamnya. Indahnya Raja Ampat Papua Barat, Pantai Ora Maluku Tengah, Gili Trawangan Lombok tidak kalah dengan destinasi wisata pantai yang ada di luar negeri.
Wujud cinta saya cinta Indonesia adalah dengan cara tidak membuang sampah sembarangan, menjaga nama baik tanah air, menjunjung tinggi hokum dan pemerintahan, menjaga kelestarian lingkungan, dan gotong royong.